H. Djamaluddin Malik, lahir di kota Padang dari keturunan Sultan Paharuyung (ayahnya) pada tanggal 13 Pebruari 1917. Sejak kecil sampai dengan wafatnya beliau menetap di Jakarta. Namun demikian semasa perjuangan fisik, almarhum turut berjuang di daerah Periangan (Bandung), Yogyakarta dan Balikpapan (Kaltim). Semasa hidup, almarhum merupakan pendiri dan Presiden Direktur PT. Persari (Perseroan Artis Indonesia) yang boleh dikatakan sama dengan Union Artis di Amerika Serikat. Disamping sebagai pengusaha film, almarhum bergerak dalam dunia perdagangan seperti : Presiden Direktur Biro Teknik “Prapatak” yang bergerak dalam bidang instalasi listrik, radio, menjual kulkas, mesin-mesin ketik/hitung, serta Presiden Direktur PT. Cimalaka (suatu pabrik tenun di daerah Sumedang).
 
Jabatan-jabatan di pemerintahan :
1. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
2. Anggota Dewan Pertimbangan Agung
3. Ketua Dewan Film Nasional
 
Jabatan di Perfini :
1. Ketua III Pengurus Besar N.U.
 
Disekitar tahun 70-an, almarhum mendapat sakit yang cukup parah, sehingga memerlukan perawatan dokter. Selanjutnya dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, kemudian atas pertimbangan serta nasehat dari para dokter yang merawat, almarhum diharuskan berobat di Munchen (Munich – Jerman Barat). Dalam istilah kedokteran, almarhum menderita sakit yang macam-macam (konflikasi) sehingga sukar untuk diobati dengan secepat mungkin.
 
Akhirnya pada tanggal 8 Juni 1970, H. Djamaluddin Malik menghembuskan nafasnya yang terakhir. Turut mendampingi almarhum sewaktu menghembuskan nafasnya : Zainal Malik (sekarang di Amerika Serikat), Camelia Malik, Yudha Asmara Malik, Lailasari Malik. Jenazah almarhum diterbangkan dari kota Munchen ke Jakarta, dan disemayamkan di Pekuburan Karet Jakarta sesuai dengan permintaan beliau menjelang wafatnya.
 
Setelah wafatnya almarhum H. Djamaluddin Malik, beliau diangkat sebagai Tokoh Perfilman Nasional bersama-sama dengan H. Usmar Ismail. Disamping itu pula atas Keputusan Presiden Republik Indonesia pada tahun 1973, di Istana Negara telah dikukuhkan/ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional R.I. dengan mendapat Bintang Mahaputra Kelas II / Adipradhana, yang diterima oleh istri almarhum, Ny. Elly Yunara Djamaluddin Malik.
 
Dengan adanya pengukuhan dari Presiden Republik Indonesia tersebut, maka tidaklah salah apabila dalam Festival Film Indonesia, nama almarhum dicantumkan sebagai salah satu kehormatan untuk Piala Citra. Begitu pula dalam The Best Actor & Actrees, nama beliaupun mendapat kehormatan (berupa piala).
 
Selanjutnya sebagai penerus cita-cita almarhum, Ny, Elly Yunara Djamaluddin Malik, meneruskan cita-cita tersebut sesuai dengan batas kemampuan yang ada pada dirinya, PT. Remaja Ellynda Film yang berkantor di Jalan Cianjur No. 18 Jakarta adalah salah satu usaha Ny. Elly Yunara Djamaluddin Malik. Dua prosuksi film yang telah ditelorkan/dihasilkan adalah : Malin Kundang dan Jemabatan Merah.
 
Sumber : Dok. Sinematek Indonesia